Tempelan Manusia

Manusia pasti punya identitas yang melekat kuat pada dirinya, untuk masa yang sedang dijalani

tidak jarang identitas lama ditinggalkan dan berganti dengan identitas pada masa yg sedang dijalani.

tidak jarang yang menginginkan untuk segera meninggalkan identitas lama dan segera mendapatkan atau mencapai identitas baru yang sesuai dengan cita-cita atau harapan, entah dari diri sendiri, orang lain, bahkan Tuhan.

identitas diri bukanlah untuk disombongkan, untuk mencari perhatian, agar terlihat gagah, terlihat mandiri dan lain sebagainya.

identitas diri juga tidak untuk diratapi, ditangisi dan lain sebagainya.

letakkan identitas diri pada tempat yang semestinya.

untuk berkarya demi lingkungan sekitar, bahkan dunia.

kesampingkan ego-ego yang muncul.

Published in:  on January 23, 2010 at 6:14 am Leave a Comment

apa yang Engkau inginkan agar aku perbuat?

Sebuah pukulan telak jika api yang berkobar tiba2 harus meredup, semangat yang membara harus menunggu.

tapi hal itu patut disyukuri, mungkin jika tidak diredupkan akan membawa dampak yang kurang baik, bisa memenjarakan dalam bayang semu dan idealisme2, karena hidup bukanlah bayang2, idealisme ataupun mimpi2 kosong, Hidup adalah realita yang harus dihadapi.

Hati berperan penting dalam penyeleksian apakah ini mimpi2, idealisme pribadi, atau bahkan hanya bermimpi.

Manusia sebaiknya harus selalu ber-refleksi dan selalu bertanya

“Tuhan, apa yang Engkau inginkan supaya aku perbuat?”

Harapannya adalah terciptanya pertautan antara Manusia dan Tuhan yang selama ini menjadi kerinduan.

Published in:  on at 6:12 am Leave a Comment

Makin dibaca makin membingungkan

Membaca dan mencoba memahami fisika kuantum memang sulit. Makin dibaca makin membingungkan. Seperti kata Richard Feynman, fisikawan pemenang NObel yang penuh semangat, “Anda harus menelan seluruh teori kuantum tanpa mempedulikan bagaimana rasanya atau apakah anda dapat mencernanya”.

Ya, ketika kita membaca suatu hal dan kita kebingungan, hal yang dapat kita lakukan adalah membaca sampai habis tanpa memikirkan hasil yang akan kita dapat. Itu akan membuat kita lebih rileks pada saat kita membaca.

Published in:  on at 6:11 am Leave a Comment

Apa Sebenarnya??

Ketika engkau mengucapkan berbagai alasan!! Ketika beralasan sebuah cita-cita!! Ketika beralasan untuk sebuah mentalitas, spiritualitas, kemanusiaan kelompok marginal, pengenmabangan diri, bahkan kau bawa nama Tuhan!!!

Kenapa wajah manusia yang personal masih membayangimu?? Apakah engkau tidak bisa menghilangkannya?? Apa engkau tidak mau kehilangan?? Atau memang kau biarkan?? Atau kamu akan beralasan bahwa engkau masih manusia wajar??

Lantas, bagaimana dengan alasan-alasan yang engkau utarakan?? Apakah itu hanya alasan untuk lari dari manusia?? Pembenaran diri?? Lari dari jebakan duniawi?? Mengejar prestise?? Penonjolan diri??

Apa yang sebenarnya kamu cari? Hidup yang bagaimanakah yang kamu inginkan? Makna hidup yang bagaimana yang ingin kamu capai? Apa yang kamu tawarkan pada dunia dengan hidupmu?

Pilihanmu menentukan hidupmu. Setiap pilihan mempunyai konsekuensi dan kamu harus menerima serta menghadapinya dengan bijak. Tentukan pilihanmu sekarang, berdirilah dan mulailah berjalan. Tuhan memberkati.

Published in:  on at 6:09 am Leave a Comment

“Skenario” Bapa untukku

Minggu, 23 Agustus 2009

Ku awali dgn biasa, hari yang spesial bagi salah satu sobatku yang berulang tahun.

Seperti adat biasanya, ipar temanku, Tica, mengajakku untuk makan siang dan aku mengiyakan. Kami setuju untuk makan siang di Soto Simbok dekat ring road. Kami pun meluncurkan motor dengan semangat juang tinggi bak tahun 1945. Setelah sampai, kamipun makan dengan lahap bagaikan habis kena bencana kelaparan (berlebihan bgt seh….). Selesai makan kami meluncur pulang.

Ditengah perjalanan pulang terjadi hal yang tidak diinginkan. Ternyata ban motor kempes… asem tenan… habis makan disuruh dorong motor… soto yg masuk ke perut bagai ga ada guna lagi wkwkwk…. tapi apa daya, mungkin sudah suratan takdir hehe… akhirnya kami menemukan tambal ban, berhentilah kami di situ dengan terengah-engah…

Sambil menunggu mas tambal ban menyelesaikan pekerjaannya, aku mencari koran untuk bacaan. Sambil mencari-cari… mataku tertambat pada sebuah foto. Ternyata foto itu milik Henny salah satu kawanku. Aku memutuskan untuk membawa foto itu untuk kukembalikan pada Henny kawanku.

Mas tambal ban pun menyelesaikan pekerjaannya dengan baik hingga kami bisa pulang dengan selamat, sentosa. Singkat cerita, aku berhasil mengembalikan foto itu dengan sukses pada orang yang tepat dan aku pun diinterogasi perihal penemuan foto tersebut (ini jg berlebihan).

Setelah proses interogasi selesai. Aku mampir ke tempat Anne yang kamarnya bersebelahan dengan kamar Henny. Aku pun ngobrol bertiga ngalor-ngidul sambil menikmati kue dan kopi yg dihidangkan Henny, hmmm…. nikmat euy… thanks Henny….

Pada hari itu ternyata Henny berencana untuk pergi ke Ganjuran, tapi dia ga ada teman. Ehh… Si Anne kok malah merekomendasikan aku untuk menemani Henny pergi ke Ganjuran. Sebenarnya aku agak malas, tapi setelah kupikir-pikir… ga ada salahnya aku pergi, toh aku juga sudah lama ga pergi ke Ganjuran.

Ternyata hari itu ada ekaristi peresmian Gereja Ganjuran yg telah selesai dibangun kembali akibat gempa.

Di tempat itu aku menyadari bahwa ternyata aku merindukan suasana seperti pada saat itu, ketika musik gamelan yg meriah memecah suasana, kulihat bangunan gereja dengan gaya joglo jawa berukir, warna merah, hijau, kuning, putih yg disusun untuk menghias seantero bangunan gereja tersebut. Aku benar-benar merindukan suasana itu. Aku pun terkesima ketika Pastor membicarakan soal perutusan disela-sela khotbahnya.

Aku benar-benar tidak menyangka bahwa hari itu benar-benar berarti bagiku. Ditempat itu Bapa menguatkan aku untuk terus mencari sebuah perutusan dariNya melalui banyak perantara antara lain: Tica, Mas tambal ban, Anne serta Henny yg ngajakin aku pergi ke Ganjuran dan mungkin masih ada orang lain yg belum kusadari. Dan aku pun memutuskan untuk semakin mencari perutusan Bapa bagiku.

Hari itu aku merasakan peristiwa yang saling terkait antara satu dengan yang lain yang mengantarkan aku pada sebuah penguatan. Aku sama sekali tidak berharap apapun selain melanjutkan hidup pada hari itu. Tapi Bapa mempunyai rencana bagiku.

Ban motor yang kempes ternyata membawaku pada foto Henny yang pada akhirnya dia mengajakku untuk memperoleh penguatan di Gereja Ganjuran. Aku sangat berterimakasih kepada Tica sampai dengan Henny atas kepercayaannya kepadaku. Mungkin bagi kalian itu suatu hal yang biasa, tapi bagiku, hari itu sungguh luar biasa.

Terima kasih untuk Tica yg telah ngajakin aku makan, dan aku sangat bersyukur dengan kempesnya ban motor. Aku serius.

Terima kasih untuk mas tambal ban yg telah menyimpan foto Henny yg tertinggal, sehingga aku bisa mengembalikannya.

Terima kasih Anne karena merekomendasikan aku untuk menemani niat Henny yg begitu kuat. Harusnya kamu ikut hehe….

Terima kasih Henny untuk kopi, kue dan terutama adalah ajakanmu sekaligus kepercayaanmu. Hari itu menghasilkan arti yang besar bagi imanku.

Dan yang utama, terima kasih Bapa atas para perantaraMu, terima kasih atas hari itu. Amin.

NB: maaf klo ada perkataan yang kurang berkenan.

Published in:  on at 6:07 am Leave a Comment

Besar dan Bentuk Inti

  • Hasil analisa dari eksperimen Rutherford, memprediksikan bahwa rapat muatan inti terdistribusi serba sama. Dari eksperimen tersebut, rapat muatan inti (rc ) hampir konstan untuk setiap nilai jarak (r).

  • Dari eksperimen tersebut juga dapat ditunjukkan bahwa distribusi nukleon juga serbasama, jadi rm juga mendekati sama.
  • Karena massa inti berbanding lurus dengan nomer massa A, berarti rapat massa rm juga berbanding lurus dengan A/volume.
  • Salah satu cara untuk menentukan radius inti adalah dengan mengukur perbedaan energi Coulomb inti.
Published in:  on June 19, 2008 at 9:55 pm Leave a Comment

Energi Separasi (separation energy)

Energi separasi didefinisikan sebagai energi yang dibutuhkan untuk memisahkan satu proton, netron,deutron atau partikel a dari inti atom. Besar energi ini sama dengan energi yang dilepaskan apabila partikel tersebut ditangkap oleh inti. Energi separasi dinyatakan dalam energi ikat.

Untuk nilai Z tertentu, energi separasi n untuk isotop-isotop dengan N genap lebih besar dari pada energi separasi untuk N ganjil. Demikian juga untuk nilai N tertentu, energi separasi p untuk isoton-isoton dengan Z genap lebih besar dari pada energi separasi untuk Z ganjil.

Perbedaan nilai energi separasi antara genap dan ganjil ini disebut energi pasangan.

Published in:  on June 14, 2008 at 4:58 am Leave a Comment

Besaran inti yang lain

  • Mass defect (δM), didefinisikan sebagai selisih massa antara massa atom M(A,Z) dan nomer massa (A)
  • Packing Fraction adalah perbandingan antara mass defect dan nomer massa
  • Binding fraction (fB) adalah perbandingan antara binding energy (EB) dan nomer massa (A). Nilai fB selalu positif.
Published in:  on June 11, 2008 at 6:48 pm Leave a Comment

Massa dan Energi Ikat (binding energi) inti

  • Dari tabel periodik, hanya ada data nomer massa atom yang menunjukkan massa atom, bukan massa inti.
  • Massa inti bisa ditentukan dari massa atom dikurangi dengan massa elektron. Nilai ini sebenarnya masih harus dikurangi dengan energi ikat elektron, akan tetapi bisa diabaikan (hanya beberapa eV).
  • Energi ikat inti : Energi terendah yang dibutuhkan untuk melepaskan nukleon dari ikatannya (beberapa MeV).
  • Nukleon : adalah partikel pembentuk inti, yaitu proton dan netron.
  • Untuk membentuk inti dari sejumlah nukleon pembentuknya, energi yang dilepaskan sama dengan energi yang diperlukan untuk memecah inti menjadi nukleon-nukleon
Published in:  on June 10, 2008 at 2:17 am Leave a Comment

Sifat kimia

Sifat kimia dari suatu unsur, ditentukan oleh nomer atom Z.

Isotop adalah unsur-unsur dengan nomer atom sama, tetapi nomer massanya berbeda.

Isobar : Inti dengan A sama tetapi Z berbeda. Inti-inti ini mempunyai sifat kimia yang berbeda sekali.

Isoton : Inti dengan jumlah netron sama

Published in:  on May 31, 2008 at 11:54 pm Leave a Comment